Friday, September 26, 2014

Subyektivisme & Obyektivisme

Subyektivisme

Bagi penganut faham ini, pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu. Pengetahuan dipahami sebagai seperangkat keyakinan khusus. 

Ciri Subyektivisme:
  1. Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus
  2. Pengalaman Subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi.
  3. Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal

  • Rene Descartes berbicara mengenai berpikir, ia tidak bermaksud secara eksklusif pada penalaran saja, tetapi melihat, mendengar, merasa, senang dan sakit termasuk kegiatan berpikir
  • Realisme Epistemologis berpendapat bahwa kesadaran menghubungan saya dengan apa yang lain
  • Idealisme Epistemologis berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dalam suatu ide. 

Obyektivisme

 Merupakan pendangan bahwa obyek lah yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Obyektivisme beranggapan pada tolak ukut suatu gagasan berada pada objek. Obyektivisme menganggap bahwa segala sesuatu yang dipahammi tidak bergantung pada orang yang memahami.

3 pandangan dasar Obyektivisme:
  1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif
  2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual
  3. Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
Syarat mempercayai kebenaran kesaksian inderawi: 
  •  Obyek harus sesuai dengan jenis indera kita
  • Organ indera harus normal dan sehat
  • Karena obyek ditangkap melalui medium, maka medium itu harus ada.

Sumber: Power Point Bahan perkuliahan. 

2 comments:

  1. Lanjutin trus jor. blogny dah bagus kok ^^ nilainy 80

    ReplyDelete
  2. singkat tapi padet banget isinya hahaha 88 jor :)

    ReplyDelete