Kebenaran.
Pengertian Kebenaran
Secara
umu kebenaran dapat didefinisikan
sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan dan dinyatakan dengan kenyataan
yang sesungguhnya. Suatu pengetahuan atau pernyataan disebut benar jika sesuai
dengan kenytaan
Pengertian
plato tentang kebenaran secara etomologi bahwa aletheia (kebenaran) berarti “ketaktersembunyiaan adanya” atau
“ketersingkapan adanya”. Kebenaran dalam konsep ini dimengerti sebagai terletak
0ada objek yang diketahui, atau pad apa yang dikejar untuk diketahui.
Berbeda
dengan Plato, Aristoteles dalam memahami kebenaran lebih memusatkan perhatian
pada kualitas pernyataan yang dibuat oleh subyek penahu ketika dirinya
menegaskan suatu putusan entah secara afirmitif atau negative. Dalam hal ini
kebenaran dimengerti sebagai kesesuaian antara subyek si penahu dengan obyak
yang diketahui.
Menurut
kaum Positivisme Logis bahwa
kebenaran dibedakan menjadi 2, yaitu
·
Kebenaran
factual yaitu kebenaran tentang ada tidaknya secara faktuan di dunia nyata
sebagaimana dialamu manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya
secara indewawi)
·
Kebenaran
nalar yaitu kebenaran yang bersidat tautologies (pengulangan gagasan) dan
tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana
yang berdaya guna untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang dunia.
Selain kedua jenis kebenaran yang
diungkap, mengikuti Thomas Aquinas, maka kebenaran dibedakan menjadi 2:
·
Kebenaran
Ontologis (Veritas Ontologica) :
kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spiritual atau material, yang
meskipun ada kemungkinan untuk diketahui.
·
Kebenaran
Logis (Vertigas Logica) : kebenaran
yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu dalam bentuk adanya kesesuaian
antara akal budi dengan kenyataan.
Kedudukan Kebenaran
Kedudukan
kebenaran pengetahuan dalam pandangan Platonis
lebih diletakan dalam obyek atau kenyataan yang diketahui. Sedangkan Aristotelian dalam subyek yang mengetahui. Kaum Eksistensial menyatakan bahwa kebenaran (Kebenaran Ekstensial)
merupakan apa yang secara pribadi berharga bagi subyek konkrit yang
bersangkutan dan pantas untuk dipegang teguh dengan penuh kesetiaan. Kalau Kebenaran Ilmiah bersifat eksternal terhadap subyek, maka
kebenaran ekstensial bersifat internal
terhadap subyek.






nice post, keep update terus yeee hahaha 90 :)
ReplyDelete