Wednesday, September 24, 2014

Kebenaran



Kebenaran.
Pengertian Kebenaran
                Secara umu  kebenaran dapat didefinisikan sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan dan dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Suatu pengetahuan atau pernyataan disebut benar jika sesuai dengan kenytaan

                Pengertian plato tentang kebenaran secara etomologi bahwa aletheia (kebenaran) berarti “ketaktersembunyiaan adanya” atau “ketersingkapan adanya”. Kebenaran dalam konsep ini dimengerti sebagai terletak 0ada objek yang diketahui, atau pad apa yang dikejar untuk diketahui.
                Berbeda dengan Plato, Aristoteles dalam memahami kebenaran lebih memusatkan perhatian pada kualitas pernyataan yang dibuat oleh subyek penahu ketika dirinya menegaskan suatu putusan entah secara afirmitif atau negative. Dalam hal ini kebenaran dimengerti sebagai kesesuaian antara subyek si penahu dengan obyak yang diketahui.
                Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi 2, yaitu
·         Kebenaran factual yaitu kebenaran tentang ada tidaknya secara faktuan di dunia nyata sebagaimana dialamu manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara indewawi)
·         Kebenaran nalar yaitu kebenaran yang bersidat tautologies (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang dunia.
Selain kedua jenis kebenaran yang diungkap, mengikuti Thomas Aquinas, maka kebenaran dibedakan menjadi 2:
·         Kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) : kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spiritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui.
·         Kebenaran Logis (Vertigas Logica) : kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan.

Kedudukan Kebenaran
                Kedudukan kebenaran pengetahuan dalam pandangan Platonis lebih diletakan dalam obyek atau kenyataan yang diketahui. Sedangkan Aristotelian dalam subyek yang mengetahui. Kaum Eksistensial menyatakan bahwa kebenaran (Kebenaran Ekstensial) merupakan apa yang secara pribadi berharga bagi subyek konkrit yang bersangkutan dan pantas untuk dipegang teguh dengan penuh kesetiaan. Kalau Kebenaran Ilmiah bersifat eksternal terhadap subyek, maka kebenaran ekstensial bersifat internal terhadap subyek.

1 comments: