Sunday, September 21, 2014

Tugas Anotasi Jurnal



TUGAS JURNAL
KBK FILSAFAT

Studi kasus:                HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TETANG FIGUR ATTACHMENT DENGAN SELF-ESTEEM REMAJA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH
Partisipan:                 87 remaja panti asuhan Muhammadiyah usia 15-17 tahun yang tinggal dipanti asuhan sejak usia anak-anak
Metode Penelitian:    Sampel mengisi dua buah angket, yaitu angket persepsi tantang figure attachment dan angket self-asteem yang merupakan modifikasi dan self-esteem Invetory yang disusun oleh Coopersmith.


Menganalisis berdasarkan teori konstruksi, teori konfirmasi dan inferensi

1.      Teori Konstruksi
Tidak semua anak dapat tinggal bersama dengan orang tuanya karena berbagai sebab. Panti asuhan adalah suatu lembaga pelayanan pengganti fungsi keluarga. Tujuan pengasuhan di keluarga dan panti asuhan sesungguhnya sama, namun bentuk oengasuhannya dapat berbeda. Dalam suatu keluarga, anak akan menjalin ikatan emosional dengan orang terdeatnya, anak akan menjadikan orang tua yang dipandang berarti dalam kehidupannya (significant others). Significant others adalah orang yang dianggap penting oleh individu. Karena dipandang berarti, individu cenderung ingin selalu berdekatan dengan significant others. Attachment adalah suatu relasi yang aktif, penuh afeksi, resiprokal dan berlangsung lama antara dua orang yang berinteraksi secara kontinu untuk memperkuat ikatan mereka. Menurut Bowlby, figur attachment memiliki 2 fungsi. Pertama, figure attachment memiliki ikatan emosional dengan remaja dan memberikan rasa aman kepada remaja ketika mereka menghadapi ancaman dan membantu remaja untuk meregulasi stress. Kedua, figure attachment akan memberikan dasar yang aman agar remaja dapat mengeksplorasi lingkungan. Berdasarkan penelitian Coopersmith, significant others memiliki peran  penting dalam meningkatkan harga diri remaja. Harga diri atau self-esteem didefinisikan sebagai evaluasi yang dibuat individu dan kebiasaan individu dalam memandang dirinya. Singkatnya, self-esteem adalah penilaian pribado yang dilakukan individu mengenai perasaan berharga atau berarti dalah sikap individu terhadap dirinya. self-esteem merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Self-esteem terbentuk dari hasil evaluasi subyektif remaja atas umpan balik yang ia terima dari figure attachment.



2.      Teori Konfirmasi
Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi tentang figure attachment dengan self-esteem. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiric dam melakukan analisis terhadap data menganai hubungan antara persepsi tentang figure attachment dengan self-esteem remaja Panti Asuhan Muhammadiyah. Penelitian ini juga berguna untuk memberikan informasi kepada pengelola panti asuhan mengenai self-esteem. Selain itu, dapat pula memberikan informasi mengenai siapa individu yang menjadi figure attachment dan dapat secara terpadu membantu tumbuh kembang anak dip anti asuhan dengan melibatkan figure attachment.

3.      Kesimpulan
Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi tentang figure attachment dengan self-esteem. Artinya, semakin positif persepsi sebagai figure attachment, maka semakin tinggi pula self-esteem.

2 comments:

  1. Gila keren banget analisis lu jor! ahahaha 90 dah!!!

    ReplyDelete
  2. thumbs up buat analisisnya ! 88!

    ReplyDelete