TUGAS JURNAL
KBK FILSAFAT
Studi kasus:
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI
TETANG FIGUR ATTACHMENT DENGAN SELF-ESTEEM REMAJA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH
Partisipan: 87 remaja panti asuhan
Muhammadiyah usia 15-17 tahun yang tinggal dipanti asuhan sejak usia anak-anak
Metode
Penelitian: Sampel mengisi dua buah
angket, yaitu angket persepsi tantang figure attachment dan angket self-asteem
yang merupakan modifikasi dan self-esteem Invetory yang disusun oleh
Coopersmith.
Menganalisis
berdasarkan teori konstruksi, teori konfirmasi dan inferensi
1.
Teori
Konstruksi
Tidak
semua anak dapat tinggal bersama dengan orang tuanya karena berbagai sebab. Panti
asuhan adalah suatu lembaga pelayanan pengganti fungsi keluarga. Tujuan pengasuhan
di keluarga dan panti asuhan sesungguhnya sama, namun bentuk oengasuhannya
dapat berbeda. Dalam suatu keluarga, anak akan menjalin ikatan emosional dengan
orang terdeatnya, anak akan menjadikan orang tua yang dipandang berarti dalam
kehidupannya (significant others). Significant others adalah orang yang
dianggap penting oleh individu. Karena dipandang berarti, individu cenderung
ingin selalu berdekatan dengan significant others. Attachment adalah suatu
relasi yang aktif, penuh afeksi, resiprokal dan berlangsung lama antara dua
orang yang berinteraksi secara kontinu untuk memperkuat ikatan mereka. Menurut Bowlby,
figur attachment memiliki 2 fungsi. Pertama, figure attachment memiliki ikatan
emosional dengan remaja dan memberikan rasa aman kepada remaja ketika mereka
menghadapi ancaman dan membantu remaja untuk meregulasi stress. Kedua, figure attachment
akan memberikan dasar yang aman agar remaja dapat mengeksplorasi lingkungan. Berdasarkan
penelitian Coopersmith, significant others memiliki peran penting dalam meningkatkan harga diri remaja.
Harga diri atau self-esteem didefinisikan sebagai evaluasi yang dibuat individu
dan kebiasaan individu dalam memandang dirinya. Singkatnya, self-esteem adalah
penilaian pribado yang dilakukan individu mengenai perasaan berharga atau
berarti dalah sikap individu terhadap dirinya. self-esteem merupakan salah satu
aspek yang menentukan keberhasilan seseorang dalam berinteraksi dengan
lingkungan sosialnya. Self-esteem terbentuk dari hasil evaluasi subyektif
remaja atas umpan balik yang ia terima dari figure attachment.
2.
Teori
Konfirmasi
Hipotesis
yang diajukan adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
persepsi tentang figure attachment dengan self-esteem. Maksud dan tujuan
penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiric dam melakukan analisis
terhadap data menganai hubungan antara persepsi tentang figure attachment
dengan self-esteem remaja Panti Asuhan Muhammadiyah. Penelitian ini juga
berguna untuk memberikan informasi kepada pengelola panti asuhan mengenai
self-esteem. Selain itu, dapat pula memberikan informasi mengenai siapa
individu yang menjadi figure attachment dan dapat secara terpadu membantu
tumbuh kembang anak dip anti asuhan dengan melibatkan figure attachment.
3.
Kesimpulan
Terdapat
hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi tentang figure attachment
dengan self-esteem. Artinya, semakin positif persepsi sebagai figure attachment,
maka semakin tinggi pula self-esteem.






Gila keren banget analisis lu jor! ahahaha 90 dah!!!
ReplyDeletethumbs up buat analisisnya ! 88!
ReplyDelete